Kuburan gantung Toraja

Kuburan gantung Toraja

Toraja adalah kelompok etnis yang berasal dari daerah pegunungan di Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasi mereka sekitar 650.000, 450.000 di antaranya masih tinggal di Kabupaten Tana Toraja ("Tanah Toraja").

1

Tongkonan

Tongkonan adalah rumah tradisional Toraja. Kata "tongkonan" berasal dari bahasa Toraja tongkon ("duduk").

2

Tongkonan

Tongkonan berdiri tinggi di atas tumpukan kayu, dengan atap bambu belah berlapis berbentuk busur melengkung, dan diukir dengan ukiran kayu detail merah, hitam, dan kuning di dinding luar.

3

Ritual pemakaman

Dalam masyarakat Toraja, upacara pemakaman merupakan acara yang paling rumit dan mahal. Semakin kaya dan lebih kuat individu tersebut, semakin mahal biaya pemakamannya. Dalam aluk agama, hanya bangsawan yang memiliki hak untuk mengadakan pesta kematian yang ekstensif.

4

Kuburan batu

Orang kaya sering kali dimakamkan di kuburan batu yang diukir di tebing berbatu. Makam itu biasanya mahal dan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikannya.

5

Tau tau

Patung kayu berukir, disebut Tau tau, biasanya ditempatkan di gua yang menghadap ke daratan.

6

Pemakaman

Ada tiga metode penguburan: peti mati dapat diletakkan di gua atau di kuburan batu berukir, atau digantung di tebing. Itu berisi harta benda yang dibutuhkan almarhum di akhirat.

7

Gua besar

Di beberapa daerah dapat ditemukan gua batu yang cukup besar untuk menampung seluruh keluarga.

8

Kuburan gantung

Peti mati bayi atau anak dapat digantung dengan tali di permukaan tebing atau dari pohon. Kuburan gantung ini biasanya berlangsung selama bertahun-tahun, hingga tali-tali membusuk dan peti mati jatuh ke tanah.


Tonton videonya: Manene: Ritual Kuno di Tana Toraja