Saksikan gunung berapi Indonesia ini mengeluarkan api biru yang aneh

Saksikan gunung berapi Indonesia ini mengeluarkan api biru yang aneh

Gunung berapi telah menjadi salah satu fotografi paling spektakuler di dunia. Kawah Ijen, gunung berapi di Jawa Timur, Indonesia, dan fotografer Prancis Olivier Grunewald membawanya ke tingkat yang lebih tinggi: Kawah Ijen memuntahkan api biru yang menakutkan di malam hari.

Jika Anda menonton serial dokumenter BBC yang luar biasa Planet Manusia, Anda pernah melihat Kawah Ijen sebelumnya. Gunung berapi ini terkenal dengan deposit belerang yang sangat besar, berkat lubang di dekat danau kawah asamnya.

Zat itu berharga (dan secara teratur diisi ulang oleh gunung berapi), tetapi operasi penambangan di sana memiliki fitur yang mutlak mengerikan kondisi para pekerjanya, yang, selain tekanan penambangan pada tubuh mereka, tidak memiliki apa pun di dekat pelindung pernapasan atau peralatan yang memadai.

Belerang yang sama adalah penyebab cahaya biru elektrik yang bisa Anda lihat di gambar Grunewald.

"Cahaya biru ini, tidak biasa untuk gunung berapi, bukanlah lahar itu sendiri, sayangnya bisa dibaca di banyak situs," kata Grunewald dalam sebuah wawancara dengan Smithsonian. “Ini karena pembakaran gas sulfur yang bersentuhan dengan udara pada suhu di atas 360 ° C.”

Belerang dilepaskan bersama dengan lahar, dan keduanya bersama-sama memberi Kawah Ijen cahaya malam yang surealis, biru elektrik-bercampur dengan-api-api-merah. Batu kuning yang bisa Anda lihat di beberapa gambar adalah warna belerang yang sudah mendingin.

Akibat gas tersebut, Anda tidak dapat (atau setidaknya tidak boleh) menghabiskan banyak waktu di dekat ventilasi tanpa peralatan pernapasan. Sayangnya, ini bukanlah kemewahan yang dimiliki banyak pekerja pertambangan.

Grunewald menghabiskan beberapa malam di dekat ventilasi tetapi mengenakan masker gas ketika dia mendekat. Efeknya hanya terlihat pada malam hari karena warna api yang biru.

Grunewald mengklaim bahwa pada perjalanan pertamanya, asam tersebut merusak salah satu kameranya dan dua lensanya.

Setelah mereka pergi, Grunewald dan rekan-rekan fotografernya membagikan masker gas mereka kepada para penambang.

Untuk selengkapnya, lihat esai foto yang sangat bagus dari kontributor Matador Andres Vanegas Canosa: Penambang belerang di Ijen.


Tonton videonya: Tiba-Tiba Terdengar BLOOOM, Saksi Mata Detik-Detik Gunung Merapi Memuntahkan ERUPSl